Sunday, 23 October 2016

Begini caranya menuju pulau Sangiang Banteng

Masih mencari destinasi wisata alam pantai dengan pasir yang perawan dan laut yang bewarna seperti jamrud? Pulau Sangiang di Banten bisa menjadi sasaran kekepoan kalian...

Pulau sangiang dimana - ? Lokasi tidak jauh dari Jakarta
Jika bicara soal jarak, Pulau Sangiang paling tepat jika kalian berada di Jakarta dan ingin jalan-jalan longweekend yang dipastikan tidak kena macet seperti ke arah bandung atau puncak, pasalnya dari pengalaman saya, jalan jalan yang berlawanan arah dan tidak favorit seperti ke arah merak ini selalu sepi dari pengunjung (tapi bukan ke Carita atau Anyer yah).
Tidak jauh dari pintu keluar tol Cilegon, kalian bisa mencari melalui google Maps menuju Pelabuhan Paku.
Pastikan mata selalu awas, karena masuk ke pelabuhan paku agak tersembunyi dan tidak ada kehebohan disekitarnya, berbeda sama pelabuhan yang menuju pulau seribu. Di depan jalan masuk pelabuhan paku ada Alfamart atau Indomart, mampir dulu kemari karena di dalam cuma ada warung2 kecil.

Kami pergi saat itu menjelang hunting gerhana matahari, berbekal pengetahuan seadaanya kami pun masuk kedalam pelabuhan tersebut di jam 12 malam.
Tidak ada keramaian, hanya ada orang-orang setempat yang tidur dan kami bangunkan untuk nanya informasi.

Mahal tapi tidak mahal
Nelayan setempat  membuka harga kapal 1.7 Juta/kapal, kami tidak setuju, kami coba nego di harga 1.2 juta, tetapi rupanya kami tidak terlalu beruntung dan deal dengan harga 1.5juta untuk pulang pergi. Mengingat jumlah kami 10 orang, maka patungan tidak terlalu berat yakni 150rb/orang
Jadi jangan coba2 jalan berduaan atau berempat, kecuali punya kantong tebal.
Karena tujuan kami adalah sunrise, maka kami memaksa nelayan untuk menyebrangi selat tersebut di jam 4:30 pagi, dan luar biasa, kami mendapatkan Sunrise di atas kapal, dimana langit berubah warna dari kegelapan menjadi oranye yang membuat nafas kami tertahan saat memandanginya.
Dari kejauhan kami melihat kota cilegon dengan cerobong asap pabriknya menghiasi pemandangan selama perjalanan, tak lupa setitik terang di atas langit yakni bintang subuh atau Venus menemani perjalanan kami

Jam 5 pagi, cahaya matahari mulai menyembul dari balik kabut kota cilegon
Kami meminta nelayan untuk menemani kami mencari sebuah pulau kosong, dan nelayan pun menemani kami ke sebuah pulau yang menjadi markas TNI AL. disitu terdapat beberapa kapal speed boat milik TNI AL yang bersandar, tetapi tidak ada aktifitas sama sekali.

Kami terkagum kagum, bahkan sebelum mencapai pantai kami sudah bisa melihat dasar dari laut tersebut. beberapa ikan berhamburan di dasar laut begitu kami datang, terumbu karang terlihat berdansa di dalamnya membuat siapapun yang menyukai snorkling bisa menjadikan tempat ini surga mereka.
Suasana jelang keberangkatan jam 4:30 pagi di pelabuhan Paku banten


Perhatikan sebelum berangkat

Karena kapal yang tidak terlalu besar, nelayan mengatakan kepada kami maksimal anggota yang berangkat hanya 12 orang, sebenarnya bisa 15 orang. tetapi pastikan Anda mendapatkan kapal yang layak berangkat.

Nelayan yang mengantarkan kami tidak terlalu bersemangat, setelah puas mendapatkan gerhana matahari, kami minta diantarkan ke beberapa pantai dan pulau, sayangnya nelayan seperti malas2an dan tidak terlalu berani untuk mendekati Gua Kelelawar lebih dekat. Namun kami paksa untuk mendekat, 
Sebenarnya ada jalur darat untuk menuju Gua Kelelawar, tetapi berhubung waktu kami tidak terlalu banyak dan ingin kembali ke Pelabuhan paku sebelum malam, maka kami mimilih menikmatinya dari jalur laut saja.

Gerhana Matahari dari Pulau Sangiang

Membelakangi Gua Kelelawar di Pulau Sangiang. Lihat warna lautnya!! dan foto ini tanpa di edit sedikitpun

Kalau bawa anak atau keluarga ke pulau sangiang bagaimana?

Sebenarnya jika dikatan apakah pulau sangiang cocok untuk membawa keluarga, jawabannya. Tidak terlalu. Kenapa? 

Pertama Jika Anda adalah keluarga muda dengan membawa anak kecil, beberapa area pulau memerlukan sedikit lompat-lompat antara kapal ke pantai, bayangkan kerepotan saat membawa anak kecil atau keluarga yang sudah tua.

Kedua, Kehidupan di pulau sangiang tidak terlalu ramai, hanya dipenuhi oleh warga dengan kehidupan sehari-hari nelayan, tidak banyak jajanan ataupun penginapan yang berkualitas seperti memiliki AC.

Oh ya, jangan lupa bawa roti jikalau Anda pecinta binatang. di Pulau sangiang sangat banyak Anjing kurus dan kelaparan yang hanya mengandalkan belas kasihan dari warga. (Sialnya, tidak banyak yang kasihan)
mereka sangat jinak dan sangat mengharapkan bantuan dari Anda.

begitu saja postingan singkat ini, jika ada pertanyaan silakahan komentar